Senin, 20 Desember 2010

film attack the pin up boys :)

haaaaaai~ beberapa hari kemaren aku baru nonton filmnya anak anak suju yang attcak the pin up boys ituuh hehe ini reviewnya :D

Attack on The Pin Up Boys berserita tentang Kim Ki Bum (anak-anak Suju menggunakan namanya sendiri di sini), salah seorang siswa sekolah menengah atas Neul Paran yang membangun sebuah blog pribadi, yang mengungkap kasus-kasus penyerangan terhadap siswa-siswa ganteng atau berprestasi pada tanggal 14 setiap bulannya. Dimulai dari tanggal 14 Februari, penyerangan pertama terhadap Lee Sung Min dari sekolah menengah atas Garam yang selama ini terkenal sangat ganteng, ramah, beraura artis dan memiliki banyak sekali penggemar. Sung Min pada suatu malam diserang oleh laki-laki tak dikenal yang melemparnya dengan sekantung kotoran. Penyerangan kedua terjadi tanggal 14 bulan berikutnya, bulan Maret, dan kali ini korbannya adalah Han Geng, seorang pemain basket dari sekolah Geosang yang sangat terkenal dengan slam dunk shooting nya. Han Geng juga diserang dengan sekantung kotoran ketika dia pulang sekolah. Penyerangan berikutnya terjadi tanggal 14 April. Kali ini korbannya adalah seorang vokalis band terkenal dari sekolah menengah atas Nadam. Dengan modus operasi yang sama, si vokalis ini juga diserang dengan sekantung kotoran ketika pulang sekolah. Berita penyerangan ini pun cepat merebak melalui blog Ki Bum yang semakin terkenal dan loaded oleh visitor-visitor yang penasaran. Ki Bum pun membuat ancang-ancang gambaran tentang penyerangan yang akan terjadi pada bulan berikutnya. Ki Bum meprediksikan dalam blognya bahwa target berikutnya akan berasal dari sekolah menengah atas Neul Paran, sekolahnya sendiri.
Susahnya, di Neul Paran ini tidak ada siswa yang sangat menonjol seperti kedua sekolah terdahulu. Ki Bum pun membuat tiga prediksi yang paling mungkin. Pertama, Choi Si Won si ketua OSIS yang ganteng, pintar, kesayangan para guru dan memiliki banyak fans-fans cewek di sekolah. Kedua, Kim Hae Chul si jago dancing yang tak kalah cakep, modis serta memiliki fans di kalangannya sendiri. Ketiga, Kang In si ketua kelompok Judo yang juga tak kalah ‘famous’ nya di antara para siswa. Pooling sampai taruhan pun diadakan di seantero sekolah. Hal ini menjadikan ketiga siswa di atas, bukannya takut, malah berambisi untuk menjadi target yang dimaksudkan secara korban nantinya pasti akan terkenal bukan hanya dalam sekolah bahkan di kalangan sekolah-sekolah lain. Lee Sung Min, korban pertama, malah mendapatkan tawaran kontrak menjadi presenter acara-acara anak muda yang salah satunya adalah acara live show tentang penyerangan terhadap siswa-siswa ganteng ini. Siapakah yang akhirnya menjadi pemenang? Siapakah dalang dibalik semua kejadian ini? Bagi anda yang ingin menghabiskan waktu menyaksikan film beritme lamban, sedikit membosankan, sedikit ‘garing’ namun loaded dengan wajah-wajah segar Suju, mungkin bisa mempertimbangkan film ini.
Seperti yang saya sebut di atas, tak ada salahnya memberi kesempatan pada anak-anak Suju untuk merambah dunia acting, secara wajah mereka juga kinclong dan segar-segar dipasangkan di layar kaca. Apadaya, debutan yang satu ini memang tidak kuat dari segi cerita, skenario maupun cara sang sutradara mengemasnya. Meskipun idenya lumayan dan orisinil, lagi-lagi.. apadaya filmnya memang membosankan dan datar seperti TV plasma terbaru keluaran LG. So.. cukup 2 bintang saja untuk film ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar